Jumat, 19 Januari 2018

putri's story

NAMA : RISWANDA PUTRI BASRI / riswandhaputri01@blogspot.com
NIM  : 5010011075
JURUSAN : KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

REAL STORY
       19 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1998 krisis moneter melanda Indonesia keadaan ekonomi yang tidak stabil, desakan dari daerah Timur-timur yang ingin melepaskan diri dari Indonesia dan menyatakan kemerdekaan, membuat peperangan terjadi dimana-mana dan tak dapat dielakkan. Para warga yang tinggal di daerah Timur-timur mau tidak mau harus melangkahkan kaki keluar dari daerah tersebut, mengungsi keberbagai tempat. Salah satu pasangan suami istri yang hidup ditanah rantau kembali harus merantau kedaerah yang lebih aman. Halilulik adalah daerah yang terpilih sebagai tempat kelangsungan hidup pasangan tersebut.
          Rabu, 29 Juli 1998 di satu-satunya rumah sakit daerah Halilulik RS Marianum namanya, seorang ibu tengah berjuang antara hidup dan mati demi kelahiran seorang anak yang diharapkan bisa menjadi penerus nantinya, hingga proses persalinan normal itu selesai dan sang buah hati lahir, menyapa dunia dengan tangisan yang merdu seolah meneriakkan kesiapan menghadapi segala tantangan yang akan terjadi nantinya. Yah, anak itu adalah aku Riswanda Putri Basri, dan pasangan suami istri itu adalah orang tuaku Syahruddin Basri dan Hasnahati.
          Aku anak ke-2 dari 5 bersaudara, 4 orang princess dan 1 org prince. Kakakku namanya Riska Hardiyanti Basri, panggilannya Riska, dia adalah satu-satunya kakakku karna memang aku anak ke-2 hehehe. Kakakku jg sudah punya kehidupan sendiri, yups kakakku sudah menikah dan melepas masa lajangnya ditahun 2011 , saat ini sudah dikaruniai 2 orang putra , ponakanku yang lucu-lucu Ahmad dan Hafidz. Adikku yg pertama, anak ke-3 namanya Tariza Ramadhani Basri, panggilannya Tariza, sekarang duduk dibangku SMA kelas 12 IPA, adikku yang ke-2 anak ke-4 Nur Fadyah Basri namanya,panggilannya Fadyah, sekarang duduk di bangku SMP kelas 9 , dan si bungsu satu-satunya adik laki-lakiku, anak ke-5 namanya Akhmad Fachrul Putra Basri, panggilannya Fachrul, sekarang duduk dibangku kelas 4 SD.

Ini adalah fotoku bersama saudari-saudariku saat liburan terakhir dan kami pergi kepantai. Ingat aku yang berjilbab biru pake bros donat heheheh
          Putri adalah nama sapaanku, aku adalah anak yang keras kepala juga cerewet, bahkan orang-orang kerap kali mengatakan aku adalah anak laki-laki orang tuaku. Sejak kecil aku sudah dilatih untuk tahan banting, merasakan kerasnya kehidupan, tuntutan yang semakin meningkat dan kerja keras serta semangat mencari uang tak boleh luntur. Sejak kecil aku sudah ikut orang tuaku untuk berjualan dipasar-pasar, yang berganti tiap harinya karena pasar mingguan. Bukan hanya kepasar, sepulang pasar ayahku juga mencari kerjaan sampingan, seperti menimbang barang-barang bekas dan mencari hasil bumi lainnya, yang kemudian dijual kembali untuk tambahan penghasilan.
it's me

          Pendidikan juga salah satu hal penting dalam keluargaku, meski serba cukup, orang tuaku tak melupakan bahwa kami anak-anaknya juga butuh pendidikan formal bukan hanya informal, karena mereka sadar pentingnya pendidikan. Meski berada di daerah minoritas muslim tak menghalangi kami dalam hal belajar, bersekolah di tempat non muslim bukanlah hal yang buruk,tetapi juga diimbangi dengan ikut TPA di masjid.
          SDK Halilulik adalah nama SD ku tempatku menamatkan pendidikan sekolah dasar selama 4 tahun, ya 2 tahunnya aku sempat bersekolah di daya, SDI Paccerakkang Makassar. Bagiku masa SD adalah masa kepolosan dimana aku belum begitu memikirkan dampak dari setiap hal yang kulakukan, bermain, berkelahi, canda tawa juga marahan tanpa ada rasa beban. Sejak SD aku juga tergolong siswi yang aktif, semenjak aku pindah kembali ke Halilulik tepatnya kelas 3 SD aku selalu berusaha mempertahankan rangking 1. Bukan hanya dalam hal belajar tetapi juga dalam hal kegiatan-kegiatan lainnya. Saatku kelas 3 SD aku 2 kali meraih juara 1 dalam lomba membaca, juga membaca puisi. Kelas 4 aku mulai ikut pelatihan dokter kecil, dan dijuluki sebagai si dokter kecil, mengikuti lomba cerdas cermat dan di kelas 5 SD aku terpilih menjadi wakil pesrta didik menjadi anggota tetap di sejajaran komite SDku dan itu adalah hal yang tak pernah kubayangkan
          Tamat dari SD aku melanjutkan pendidikan di SMPK HTM Halilulik, lagi-lagi berbasis kristen khatolik, tapi itu bukan masalah bagiku, aku enjoy menjalani hari-hariku, karena menjadi minor tak seburuk apa yang dibayangkan 3 tahun yang bermakna, mengikuti kegiatan-kegiatan intra juga ekskul,, apalagi pramuka hal yang baru dan kutekuni ,itulah yang menyebabkan aku meraih siku 3 ramu terap di kelas 2 SMP.
 Lulus dari SMP aku kembali melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Tasifeto Barat. Hal menabjukkan kembali terjadi baru kelas X Aku sudah diangkat menjadi ketua OSIS sejarah baru disekolahku siswi kelas X jadi ketua OSIS. 1 tahun yang berat tapi terlewati, setelah selesai menjabat, aku kembali terpilih menjadi ketua Ambalan putri di pramuka, awalnmya takut, tapi akhirnya kuterima dan kujalani juga. Disaat yang sama aku juga meraih juara 3 OSN komputer tingkat kabupaten, hal yang tak terduga karna komputer bukan keahlianku, tapi semuanya harus disyukuri Alhamdulillah. saat detik-detik kelulusan mulai terasa aku seperti orang yang banyak pikiran, karena memang banyak hal yang kupikirkan, sejak kecil aku sudah bercita-cita harus kuliah, harus kuliah dan harus kuliah. Tapi keinginanku ini tidak sepenuhnya didukung keluarga. saat aku telah melepas status siswi SMA saat itu aku benar-benar berusaha keras meyakinkan keluargaku kalau aku bisa dan pasti bisa, meminta restu hingga mereka luluh neski ada keluargaku yang lain yang tetap tidak setuju aku kuliah, tidak begitu kuhiraukan yang penting orang tuaku mengizinkan.
Babak  baru dimulai, gagal di SNMPTN tak membuatku mundur aku kembali mengikuti tes SBMPTN di Kupang sehari setelah aku pulang dari lomba MTQ tingkat propinsi di Ende, Alhamdulillah hasilnya aku lulus,tapi di Kupang, entah saat itu aku kenapa, dan aku bilang keorangtuaku  kalau aku lulus tapi aku tak mau mengambilnya, karena aku ingin kuliah di Makassar. Setelah beberapa saat orang tuaku mengizinkan aku ke Makassar diantar oleh bapakku.
Kuliah diMakassar juga tak semudah itu, gagal tes mandiri di UNM hampir membuatku menyerah , tapi masih ada satu tes lagi yang kutunggu hasilnya yaitu di UIN Alauddin, dan ternyata Allah maha baik, alhamdulillah aku lulus dan saat ini aku kuliah di UIN Alauddin Makassar jurusan Komunikasi & Penyiaran Islam semester 3.

          Foto ini adalah salah satu moment yang tak terlupakan, ini saat kami meraih juara MTQ tingkat propinsi di Ende, mengisi liburan dengan hal yang berguna, itu adalh pertama kalinya aku dan teman-teman bisa sampai ketingkat propinsi, setelah berulangkali berlomba di kabupaten. Intinya nothing Impossible.
          Ada satu hal lagi yang ingin kukenalkan salah satu sahabat-sahabat terbaikku sejak SD hingga saat ini , yang tak pernah lelah bersama meski jarak tlah terpisah kemana-mana ,,heheheh. Mereka itu adalah RANI, Nurul Khaerani Anwar, Islam teman yang tak pernah pisah sampai saat ini karena dia sekarang tinggal denganku dikosan  sama-sama kuliah di UIN Alauddin Makassar. Ivon, Petronela Ivonny Manek, kristen Khatolik teman yang rumahnya selalu dijadikan tempat ngumpul, saat ini kuliah di UBAYA Surabaya. Ria, Maria Goerthi Lisu , kristen Khatolik, teman yang bisa dibilang jarang ada masalah denganku,,hehehhe saat ini kuliah di UNIKA Widya Mandira Kupang, dan terakhir Santi, Sisilia Santi Manafe, kristen Khatolik teman yang paling suka cari maslaah sama saya tapi tidak saat ini,, itu dulu hehhee. Saat ini kuliah di STIE MALANGKUCECWARA MalangPersahabatan kami terjalin sejak sd hingga saat ini.
Ini foto saat selesai ujian try out SMP jangan tanyakan aku yang mana
dan ini foto terakhir kali ngumpul saat liburan semester2,moment cantik dan manis selamat berjuang teman-teman harus selesai hingga akhir.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar