NAMA :
RISWANDA PUTRI BASRI / riswandhaputri01@blogspot.com
NIM :
5010011075
JURUSAN :
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
REAL
STORY
19 tahun yang lalu, tepatnya pada
tahun 1998 krisis moneter melanda Indonesia keadaan ekonomi yang tidak stabil,
desakan dari daerah Timur-timur yang ingin melepaskan diri dari Indonesia dan
menyatakan kemerdekaan, membuat peperangan terjadi dimana-mana dan tak dapat
dielakkan. Para warga yang tinggal di daerah Timur-timur mau tidak mau harus
melangkahkan kaki keluar dari daerah tersebut, mengungsi keberbagai tempat.
Salah satu pasangan suami istri yang hidup ditanah rantau kembali harus
merantau kedaerah yang lebih aman. Halilulik adalah daerah yang terpilih
sebagai tempat kelangsungan hidup pasangan tersebut.
Rabu,
29 Juli 1998 di satu-satunya rumah sakit daerah Halilulik RS Marianum namanya,
seorang ibu tengah berjuang antara hidup dan mati demi kelahiran seorang anak
yang diharapkan bisa menjadi penerus nantinya, hingga proses persalinan normal
itu selesai dan sang buah hati lahir, menyapa dunia dengan tangisan yang merdu
seolah meneriakkan kesiapan menghadapi segala tantangan yang akan terjadi
nantinya. Yah, anak itu adalah aku Riswanda Putri Basri, dan pasangan suami
istri itu adalah orang tuaku Syahruddin Basri dan Hasnahati.
Aku
anak ke-2 dari 5 bersaudara, 4 orang princess dan 1 org prince. Kakakku namanya
Riska Hardiyanti Basri, panggilannya Riska, dia adalah satu-satunya kakakku
karna memang aku anak ke-2 hehehe. Kakakku jg sudah punya kehidupan sendiri,
yups kakakku sudah menikah dan melepas masa lajangnya ditahun 2011 , saat ini
sudah dikaruniai 2 orang putra , ponakanku yang lucu-lucu Ahmad dan Hafidz.
Adikku yg pertama, anak ke-3 namanya Tariza Ramadhani Basri, panggilannya
Tariza, sekarang duduk dibangku SMA kelas 12 IPA, adikku yang ke-2 anak ke-4
Nur Fadyah Basri namanya,panggilannya Fadyah, sekarang duduk di bangku SMP
kelas 9 , dan si bungsu satu-satunya adik laki-lakiku, anak ke-5 namanya Akhmad
Fachrul Putra Basri, panggilannya Fachrul, sekarang duduk dibangku kelas 4 SD.
Ini adalah fotoku bersama saudari-saudariku saat
liburan terakhir dan kami pergi kepantai. Ingat aku yang berjilbab biru pake
bros donat heheheh
Putri
adalah nama sapaanku, aku adalah anak yang keras kepala juga cerewet, bahkan
orang-orang kerap kali mengatakan aku adalah anak laki-laki orang tuaku. Sejak
kecil aku sudah dilatih untuk tahan banting, merasakan kerasnya kehidupan,
tuntutan yang semakin meningkat dan kerja keras serta semangat mencari uang tak
boleh luntur. Sejak kecil aku sudah ikut orang tuaku untuk berjualan
dipasar-pasar, yang berganti tiap harinya karena pasar mingguan. Bukan hanya
kepasar, sepulang pasar ayahku juga mencari kerjaan sampingan, seperti
menimbang barang-barang bekas dan mencari hasil bumi lainnya, yang kemudian
dijual kembali untuk tambahan penghasilan.
it's me
Pendidikan
juga salah satu hal penting dalam keluargaku, meski serba cukup, orang tuaku
tak melupakan bahwa kami anak-anaknya juga butuh pendidikan formal bukan hanya
informal, karena mereka sadar pentingnya pendidikan. Meski berada di daerah
minoritas muslim tak menghalangi kami dalam hal belajar, bersekolah di tempat
non muslim bukanlah hal yang buruk,tetapi juga diimbangi dengan ikut TPA di
masjid.
SDK
Halilulik adalah nama SD ku tempatku menamatkan pendidikan sekolah dasar selama
4 tahun, ya 2 tahunnya aku sempat bersekolah di daya, SDI Paccerakkang
Makassar. Bagiku masa SD adalah masa kepolosan dimana aku belum begitu
memikirkan dampak dari setiap hal yang kulakukan, bermain, berkelahi, canda tawa
juga marahan tanpa ada rasa beban. Sejak SD aku juga tergolong siswi yang
aktif, semenjak aku pindah kembali ke Halilulik tepatnya kelas 3 SD aku selalu
berusaha mempertahankan rangking 1. Bukan hanya dalam hal belajar tetapi juga
dalam hal kegiatan-kegiatan lainnya. Saatku kelas 3 SD aku 2 kali meraih juara
1 dalam lomba membaca, juga membaca puisi. Kelas 4 aku mulai ikut pelatihan
dokter kecil, dan dijuluki sebagai si dokter kecil, mengikuti lomba cerdas
cermat dan di kelas 5 SD aku terpilih menjadi wakil pesrta didik menjadi
anggota tetap di sejajaran komite SDku dan itu adalah hal yang tak pernah
kubayangkan
Tamat
dari SD aku melanjutkan pendidikan di SMPK HTM Halilulik, lagi-lagi berbasis
kristen khatolik, tapi itu bukan masalah bagiku, aku enjoy menjalani
hari-hariku, karena menjadi minor tak seburuk apa yang dibayangkan 3 tahun yang
bermakna, mengikuti kegiatan-kegiatan intra juga ekskul,, apalagi pramuka hal
yang baru dan kutekuni ,itulah yang menyebabkan aku meraih siku 3 ramu terap di
kelas 2 SMP.
Lulus dari SMP aku kembali melanjutkan
pendidikan di SMAN 1 Tasifeto Barat. Hal menabjukkan kembali terjadi baru kelas
X Aku sudah diangkat menjadi ketua OSIS sejarah baru disekolahku siswi kelas X
jadi ketua OSIS. 1 tahun yang berat tapi terlewati, setelah selesai menjabat,
aku kembali terpilih menjadi ketua Ambalan putri di pramuka, awalnmya takut,
tapi akhirnya kuterima dan kujalani juga. Disaat yang sama aku juga meraih
juara 3 OSN komputer tingkat kabupaten, hal yang tak terduga karna komputer bukan
keahlianku, tapi semuanya harus disyukuri Alhamdulillah. saat detik-detik
kelulusan mulai terasa aku seperti orang yang banyak pikiran, karena memang
banyak hal yang kupikirkan, sejak kecil aku sudah bercita-cita harus kuliah,
harus kuliah dan harus kuliah. Tapi keinginanku ini tidak sepenuhnya didukung
keluarga. saat aku telah melepas status siswi SMA saat itu aku benar-benar
berusaha keras meyakinkan keluargaku kalau aku bisa dan pasti bisa, meminta
restu hingga mereka luluh neski ada keluargaku yang lain yang tetap tidak
setuju aku kuliah, tidak begitu kuhiraukan yang penting orang tuaku mengizinkan.
Babak baru dimulai, gagal di SNMPTN tak membuatku
mundur aku kembali mengikuti tes SBMPTN di Kupang sehari setelah aku pulang
dari lomba MTQ tingkat propinsi di Ende, Alhamdulillah hasilnya aku lulus,tapi
di Kupang, entah saat itu aku kenapa, dan aku bilang keorangtuaku kalau aku lulus tapi aku tak mau
mengambilnya, karena aku ingin kuliah di Makassar. Setelah beberapa saat orang
tuaku mengizinkan aku ke Makassar diantar oleh bapakku.
Kuliah
diMakassar juga tak semudah itu, gagal tes mandiri di UNM hampir membuatku
menyerah , tapi masih ada satu tes lagi yang kutunggu hasilnya yaitu di UIN
Alauddin, dan ternyata Allah maha baik, alhamdulillah aku lulus dan saat ini
aku kuliah di UIN Alauddin Makassar jurusan Komunikasi & Penyiaran Islam
semester 3.
Foto
ini adalah salah satu moment yang tak terlupakan, ini saat kami meraih juara
MTQ tingkat propinsi di Ende, mengisi liburan dengan hal yang berguna, itu adalh
pertama kalinya aku dan teman-teman bisa sampai ketingkat propinsi, setelah
berulangkali berlomba di kabupaten. Intinya nothing Impossible.
Ada
satu hal lagi yang ingin kukenalkan salah satu sahabat-sahabat terbaikku sejak
SD hingga saat ini , yang tak pernah lelah bersama meski jarak tlah terpisah
kemana-mana ,,heheheh. Mereka itu adalah RANI, Nurul Khaerani Anwar, Islam
teman yang tak pernah pisah sampai saat ini karena dia sekarang tinggal
denganku dikosan sama-sama kuliah di UIN
Alauddin Makassar. Ivon, Petronela Ivonny Manek, kristen Khatolik teman yang
rumahnya selalu dijadikan tempat ngumpul, saat ini kuliah di UBAYA Surabaya.
Ria, Maria Goerthi Lisu , kristen Khatolik, teman yang bisa dibilang jarang ada
masalah denganku,,hehehhe saat ini kuliah di UNIKA Widya Mandira Kupang, dan
terakhir Santi, Sisilia Santi Manafe, kristen Khatolik teman yang paling suka
cari maslaah sama saya tapi tidak saat ini,, itu dulu hehhee. Saat ini kuliah
di STIE MALANGKUCECWARA MalangPersahabatan kami terjalin sejak sd hingga saat
ini.
Ini foto saat selesai ujian try out SMP jangan
tanyakan aku yang mana



Tidak ada komentar:
Posting Komentar